Home » Uncategorized » Ade: Krisis Mesir Jadi Peringatan Bagi SBY

Ade: Krisis Mesir Jadi Peringatan Bagi SBY

Jakarta (ANTARA) – Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional Sentra Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia (SOKSI) Ade Komarudin mengatakan krisis politik yang terjadi di Mesir menjadi peringatan bagi pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono karena jika pemerintah tidak mampu mengatasi gejolak kenaikan harga pangan dan mengendalikan harga Bahan Bakar Minyak maka tidak mustahil aksi masa seperti di Mesir bisa saja terjadi.

“Kalau persoalan krisis pangan termasuk gejolak kenaikan harga pangan dan BBM tak bisa diatasi pemerintahan SBY, maka bisa saja aksi masa seperti di Mesir terjadi,” kata Ketum Depinas SOKSI Ade Komarudin dalam diskusi di Jakarta, Selasa.

Diskusi bertema “Dampak Situasi dan Kondisi Krisis Kepemimpinan Politik di Timur Tengah terhadap situasi politik di Indonesia” tersebut diselenggarakan SOKSI dan menghadirkan pembicara pendiri SOKSI Suhardiman, Ardi Susilo dan Bomer Pasaribu.

Ade menjelaskan salah satu penyebab terjadinya aksi massa dan krisis politik di Mesir karena dipicu oleh harga pangan yang melonjak tajam. Krisis pangan di Mesir menjadi pemicu munculnya aksi massa tersebut.

Karena itu, Ade menegaskan bahwa pemerintah tidak boleh main-main dalam menangani kedua hal ini. Krisis politik di Timur Tengah tambah Ade jika berkepanjangan jelas akan mempengaruhi kenaikan harga BBM. Sementara anomali cuaca saat ini bisa jadi akan berdampak melonjaknya harga pangan.

“Tapi saya tak menghendaki hal ini (aksi massa) terjadi karena ongkosnya terlalu tinggi. Pertanyaannya apakah pemerintah bisa mengatasi kedua hal ini,” kata Ade.

Menurut Ade apa yang disampaikannya ini merupakan bentuk kecintaan dan rasa sayangnya kepada pemerintah. Selain itu tambah Ade hal ini dia lontarkan sebagai peringatan kepada pemerintah untuk serius menangani kedua persoalan tersebut.

Sementara mengenai rencana pemerintah untuk membatasi subsidi B BM, Ade menegaskan bahwa SOKSI menentang keras rencana tersebut. Menurut Ade jika hal itu dilakukan maka akan memberatkan rakyat kecil.

“Tidak boleh ada pembatasan subsidi BBM. Depinas sangat tak setuju pembatasan subsidi BBM karena rakyat kecil akan jadi korban dan akan terjadi moral hazard yang sangat besar,” kata Ade.

Ade menegaskan apa yang disampaikannya ini karena rasa sayangnya kepada bangsa dan negara ini. Bagi SOKSI tambah Ade soal penolakan rencana pembatasan subsidi BBM ini harga mati.

Begitu juga soal rencana impor beras oleh pemerintah, SOKSI juga mengharapkan hal tersebut tidak dilakukan sekarang karena akan mematikan para petani. SOKSI menegaskan jika terpaksa harus impor beras maka harus dikenakan tarif bea masuk agar tidak mematikan para petani dan membuat harga beras jatuh.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

follow on my twitter

Blog Stats

  • 42,490 hits
%d bloggers like this: